Follow


STRUKTUR PASAR DAN PRAKTIK-PRAKTIK PENENTUAN HARGA

Struktur Pasar : Persaingan Sempurna, Monopoli, dan Persaingan Monopolistik

Struktur Pasar dan Tingkat Persaingan
Pasar terdiri atas pembeli dan penjual aktual maupun potensial suatu produk tertentu. Struktur pasar mengacu pada lingkungan persaingan dimana pembeli pada penjual produk berinteraksi. Jenis-jenis struktur atau organisasi pasar ini didefinisikan berdasarkan jumlah serta ukuran pembeli dan penjual produk, jenis produk yang dibeli dan dijual, tingkat mobilitas sumber daya, serta tingkat pengetahuan harga, biaya, dan kondisi permintaan dan penawaran yang dimiliki oleh agen-agen ekonomi.

Ciri-ciri pasar di atas digunakan untuk mendefinisikan empat jenis struktur pasar sebagai berikut :
Persaingan sempurna (perfect competition) adalah bentuk organisasi pasar dimana terdapat banyak penjual dan pembeli suatu produk, masing-masing terlalu kecil untuk mempengaruhi harga suatu produk, produknya bersifat homogen, terdapat mobilitas sumber daya yang sempurna, agen ekonomi memiliki pengetahuan tentang kondisi pasar.

Monopoli (monopoly) adalah bentuk organisasi pasar dimana hanya ada satu perusahaan yang menjual sebuah produk yang tidak memiliki substitusi dekat. Perusahaan baru sangat sulit atau bahkan tidak mungkin masuk ke dalam industri ini.

Persaingan monopolistik (monopolistic competition) mengacu pada kasus dimana terdapat banyak penjual produk yang terdiferensiasi dan perusahaan-perusahaan cukup mudah keluar dan masuk ke dalam industri dalam jangka panjang.

Oligopoli (oligopoly) adalah kasus ketika terdapat sedikit penjual sebuah produk yang homogen ataupun terdiferensiasi. Meskipun kemungkinan selalu ada bagi perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri ini, untuk melakukan tidaklah mudah. Ct4

Persaingan Sempurna
Dalam pasar persaingan sempurna terdapat banya penjual dan pembeli suatu produk, dan masing-masing penjual dan pembeli terlalu kecil ukurannya dalam hubungannya dengan pasar. Akibatnya, mereka tidak mampu mempengaruhi harga produk tersebut. Berarti perubahan jumlah output produk yang dihasilkan suatu perusahaan tidak akan memberikan pengaruh yang jelas terhadap harga pasar produk itu.
Dalam pasar persaingan sempurna, konsumen, pemilik faktor produksi, dan perusahaan dalam pasar, memiliki pengetahuan yang sempurna terhadap tingkat harga-harga biaya-biaya serta peluang-peluang ekonomi secara umum saat ini dan saat yang akan datang. Dengan demikian konsumen tidak membayar terlalu mahal untuk produk tersebut.

Pasar persaingan sempurna, sebagai mana yang didefinisikan di atas, tidak pernah benar-benar ada dalam dunia nyata. Mungkin pasar yang paling mirip dengan pasar persaingan sempurna di masa ini adalah pasar modal.

Penentuan Harga dalam Pasar Persaingan Sempurna
Dalam pasar persaingan sempurna, harga sebuah produk ditentukan pada perpotongan antara kurva permintaan pasar dan kurva penawaran pasar produk itu. Jika harga pasar suatu produk ditentukan oleh perpotongan kurva permintaan dan penawaran pasar produk itu, perusahaan dalam persaingan sempurna merupakan pengambilan harga (price taker). Artinya, perusahaan tersebut menerima harga dari produk.
Jika harga produk bersifat tetap, perubahan dalam pendapatan marginal (marginal revenue-MR) juga bersifat tetap dan sama dengan harga produk tersebut. Dengan kata lain, bagi perusahaan dalam persaingan sempurna
P = MR
Analisis Jangka Pendek Perusahaan Persaingan Sempurna
Dalam jangka pendek, beberapa jenis input (faktor produksi) bersifat tetap dan hal ini menimbulkan biaya tetap, yaitu biaya yang harus ditanggung, terlepas dari berproduksi atau tidaknya perusahaan tersebut.Tingkat output terbaik bagi perusahaan tersebut adalah pada saat penerimaan marginalnya (MR) sama dengan biaya marginal (marginal cost – MC) jangka pendeknya. Tingkat output terbaik bagi perusahaan mana pun (tidak hanya unutk perusahaan dalam persaingan sempurna) adalah tingkat output di mana MR=MC.
Kurva Permintaan Jangka Pendek Perusahaan da Pasar Persaingan Sempurna
Jika harga bersifat tetap, kurva penawaran atas sebuah produk dalam suatu pasar persaingan sempurna dapat diperoleh dengan menjumlahkan secara horizontal kurva penawaran masing-masing perusahaan dalam pasar.

Analisis Jangka Panjang Perusahaan Persaingan Sempurna
Tingkat output terbaik adalah tingkat dimana harga sama dengan biaya marginal jangka panjang (long-run marginal cost-LMC) perusahaan. Tingkat skala pabrik yang optimum adalah tingkat dimana kurva biaya total rata-rata jangka pendek (short-run average total cost-SATC) perusahaan bersinggungan dengan kurva biaya rata-rata jangka panjang perusahaan pada tingkat output terbaik.
Ketika sebuah pasar persaingan sempurna mencapai keseimbangan jangka panjang semua perusahaan berproduksi pada titik terendah pada kurva biaya rata-rata jangka panjang (long-run average cost-LAC)-nya dan mencapai titik impas. Karena itu, pemilik perusahaan hanya akan memperoleh imbalan yang normal atas investasinya atau jumlah yang sama dengan apa yang akan diperolehnya, seandainya dia menanamkan uangnya ke dalam alternatifterbaik yang memiliki risiko serupa. Dengan demikian, laba ekonomis nol berarti bahwa pendapatan total perusahaan hanya cukup untuk menutup seluruh biaya perusahaan (baik yang eksplisit maupun yang implisit).

Monopoli
Suatu industry dikatakan berstruktur monopoli bila hanya ada satu produsen atau penjual (single firm) tanpa pesaing langsung atau tidak langsung, baik nyata maupun potensial. Output yang dihasilkan tidak mempunyai subtitusi (closed substitution) sehingga pengusaha pasar monopoli tidak perlu takut pembeli tidak membeli barangnya karena ia satu-satunya penjual.

Faktor-faktor penyebab terbentuknya pasar monopoli
- Hambatan teknis (Technical Barriers to Entry)
Ketidakmampuan bersaing secara teknis menyebabkan perusahaan lain sulit bersaing dengan yang sudah ada (existing firm). Keunggulan secara teknis ini disebabkan oleh :
- Perusahan memiliki kemampuan atau pengetahuan khusus yang memungkinkan berproduksi sangat efisien;
- Tingginya tingkat efisiensi memungkinkan perusahaan monopolis mempunyai kurva biaya yang menurun. Makin besar skala produksi, biaya marjinal makin menurun, sehingga biaya produksi per unit makin rendah;
- Perusahaan memiliki kemampuan control sumber factor produksi, baik berupa SDA, SDM maupun lokasi produksi.
-Perusahaan-perusahaan yang memiliki daya monopoli karena kemmapuan teknis disebut perusahaan monopolis alamiah (natural monopolist).

Hambatan legalitas (Legal Barriers to Entry)
- Undang-undang dan hak khusus
Tidak semua perusahaan memiliki daya monopoli karena kemampuan teknis. Hak khusus tidak hanya diberikan oleh pemerintah, tetapi juga oleh satu perusahaan kepada perusahaan lainnya.
- Hak paten atau hak cipta
Hak paten atau hak cipta adalah monopoli berdasarkan hukum karena pengetahuan kemampuan khusus (special knowledge) yang menciptakan daya monopoli secara teknik.

Ciri-ciri pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah industri satu perusahaan
bahwa barang-barang atau jasa yang dihasilkan tidak dapat dibeli dari
tempat lain.
Para pembeli tidak punya pilihan lain, kalau mereka menginginkan barang
tersebut, maka mereka harus membeli dari perusahaan tersebut, maka mereka harus membeli dari perusahaan tersebut. Para pembeli tidak dapat berbuat suatu apapun di dalam menentukan syrata jual beli.
Tidak mempunyai barang pengganti yang “mirip”
Artinya barang yang dihasilkan perusahaan tidak dapat digantikan oleh barang lain yang ada dalam perekonomian, begitu pula dengan kegunaannya.
Menguasai penentuan harga
Artinya karena perusahaan monopoli merupakan satu-satunya penjual didalam pasar, maka penentuan harga dapat dikuasai.
Mempromosikan penjualan secara iklan kurang diperlukan artinya karena
perusahaan monopoli merupakan satu-satunya perusahaan di dalam industri, ia tidak perlu melakukan promosi penjualan secara iklan.

Penetapan harga Pasar Monopoli
Monopoli bisa terjadi karena perusahaan–perusahaan lain menganggap tidak menguntungkan untuk masuk pasar, atau memang terhalang (dihalang– halangi) masuk pasar. Halangan masuk pasar disebut dengan istilah Barriers to Entery.
Halangan masuk pasar dibedakan atas dua jenis, yaitu :

1. Alasan teknis (technical barriers to entery)
Ditinjau dari segi teknis, memang ada perusahaan yang bersifat memasuki
suatu pasar tetapi terhambat secara teknis. Biasanya produksi untuk barang
yang bersangkutan mencirikan biaya marjinal yang semakin menurun, dan
level output yang memberikan biaya minimum sangat besar sekali. Debgan
demikian teknologi produksi yang efisien adalah yang berskala besar saja,
sedang yang beroperasi dengan skala kecil sangat tidak efektif. Modal yang
dibutuhkan untuk menghasilkan jenis produksi ini biasanya sangat besar.

2. Karena alasan hukum atau undang – undang (legal barriers to entery)
Kebanyakan monopoli murni tercipta karena alasan hukum atau undang –
undang, bukan karena alasan teknis atau ekonomis. Banyak monopoli yang
diizinkan (dilindungi) dengan paten.
Secara umum halangan masuk pasar bisa dibedakan antara halangan yang
bersifat eksternal dan internal. Ada pula contoh di atas yaitu halangan teknis dan
hukum termasuk halangan yang sifatnya eksternal. Dan ada pula halangan yang
diciptakan pemonopoli itu sendiri, misalnya dengan menciptakan produk – produk
atau teknik – teknik yang rumit dan menyusahkan. Teknik ini tidak sampai bocor
pada perusahaan pesaing.

Laba Monopoli
Laba ini selalu positif sepanjang harga pasar lebih besar dari biaya total rata – rata (average total cost, ATC). Karena dalam pasar monopoli tidak ada perusahaan yang keluar atau masuk pasar, maka laba monopoli ini bisa diperoleh tidak hanya dalam jangka pendek, tapi juga dalam jangka panjang. Laba monopoli yang diterima dalam jangka panjang ini oleh beberapa pakar ekonomi disebut juga dengan sewa monopoli (monopoly rents). Yaitu jumlah pengembalian terhadap faktor yang memungkinkan adanya monopoli tersebut.

Posisi Keseimbangan
Karena produsen monopoli adalah satu-satunya produsen di pasar, maka
kurve permintaannya juga kurve permintaan pasar. Kurve permintaan pasar turun
dari kiri atas ke kanan bawah berarti produsen bisa mempengaruhi harga pasar
dengan jalan menaik-turunkan produksinya.
Perbedaan monopoli dibanding persaingan sempurna antara lain :
 bisa menentukan outputnya
 bisa menentukan harga jual
 ekuilibrium perusahaan = ekuilibrium pasar
Keuntungan maksimum tercapai bila MC = MR, dimana keuntungannya
sebesar OQ* X P*C.


Dalam pasar persaingan sempurna kita bisa berbicara tentang kurva penawaran pasar, akan tetapi dalam pasar monopoli hal ini tidak relevan didiskusikan. Mengapa? Karena dalam pasar monopoli hanya ada satu perusahaan saja dalam pasar.
Dan kurva penawaran pasar monopoli hanya merupakan sebuah titik. Pada saat mana MR = MC. Jika kurva permintaan berubah, maka kurva MR otomatis berubah, dan kurva penawaran pasar. Yaitu output yang memberikan laba maksimum (saat MR = MC), yang merupakan suatu titik, diketahui bagaimanapun, menghubungkan titik keseimbangan pada kurva–kurva permintaan tidak memberikan pengertian apa–apa secara ekonomi.
Dengan ringkas, perusahaan monopoli mempunyai kurva penawaran yang tidak jelas pembatasannya.

Batas – Batas Diskriminasi Harga
Dengan dipisah–pisahkannya pasar dan dilakukannya praktek diskriminasi harga, maka barang – barang yang sejenis dapat dengan harga yang berbeda. Hal ini hanya bisa terjadi jika para pembeli terhalang, atau dihalang – halangi untuk pindah dari pasar yang mahal harganya ke pasar yang murah harganya.

Monopoli dan Kesejahteraan Masyarakat

Keuntungan monopoli ada kemungkinan tetap bisa dinikmati produsen monopoli dalam jangka panjang. Keuntungan monopoli biasanya lebih dari normal, sehingga menimbulkan ketidak adilan, karena berbeda dengan keuntungan perusahaan lain. Bila ada monopoli yang hanya menerima keuntungan normal berarti tidak ada kasus ketidakadilan, tetapi hal ini biasanya hanya kebetulan.

Volume produksi lebih kecil dari volume output yang optimum. Berarti monopoli tidak efisien dan bagi masayarakat ada pemborosan.

Ada unsur eksploitasi terhadap :
- konsumen, dengan ditetapkannya harga jual (=P) diatas ongkos
produksi dari unit terakhir outputnya (=MC)
- pemilik faktor-faktor produksi yang digunakan (buruh diupah lebih
rendah dari pada sumbangannya dalam bentuk output).

Cara mengatasi Efek Negatif Monopoli
a. Mencegah timbulnya monopoli itu sendiri dengan UU
b. Pemerintah mendirikan perusahaan tandingan
c. Membuka "kran impor"
d. Membuat ketentuan khusus terhadap operasi perusahaan monopoli
sehingga P = MC'

Persaingan Monopolistik
Arti dan Nilai Penting Persaingan Monopolistik
Persaingan monopolistik sebagai bentuk organisasi pasar dimana terdapat banyak penjual dari sebuah produk yang heterogen atau terdiferensiasi, dan masuk atau keluarnya perusahaan baru ke dalam industri agak mudah dalam jangka panjang.

Produk terdiferensiasi adalah produk-produk yang mirip, tetapi tidak identik dan memenuhi kebutuhan dasar yang sama. Diferensiasi produk juga bisa didasarkan pada lokasi yang lebih nyaman atau pelayanan yang lebih baik.

Persaingan monopolistik adalah campuran antara persaingan sempurna dan monopoli. Namun tidak seperti persaingan sempurna, perusahaan persaingan monopolistik bisa menentukan karakteristik produk dan beban penjualan (misalnya iklan) yang akan dikeluarkan, sebagaimana perusahaan persaingan monopolistik dapat menentukan harga dan kuantitas produk tersebut.

Penentuan Harga dan Output Jangka Pendek dalam Pasar Persaingan Monopolistik
Karena perusahaan persaingan monopolistik menghasilkan produk yang terdiferensiasi, kurva permintaan yang dihadapinya memiliki kemiringan negatif, tetapi karena terdapat banyak produk substitusi yang dekat untuk produk itu, kurva permintaannya sangat elastis terhadap perubahan harga. elastisitas harganya semakin tinggi, jika diferensiasi produknya semakin sedikit. Ketika MR = MC, sepanjang P > AVC.

Penentuan harga dan Output Jangka Panjang dalam Pasar Persaingan Monopolistik Jika perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik memperoleh laba dalam jangka pendek (atau akan memperoleh laba dalam jangka panjang dengan membangun skala pabrik yang optimum untuk berproduksi pada tingkat output terbaik mereka), lebih banyak perusahaan akan memasuki pasar dalam jangka panjang. Ini berarti kurva permintaan yangt dihadapi oleh setiap perusahaan monopolistik dalam pasar bergeser ke sebelah kiri (karena pangsa pasarnya berkurang), hingga akhirnya bersinggungan dengan kurva LAC perusahaan 

Jadi, dalam jangka panjang, semua perusahaan persaingan monopolistik hanya mencapai titik impas dan berproduksi pada bagian kurva LAC yang memiliki kemiringan negatif (dan tidak pada titik terendah sebagaimana dalam kasus pasar persaingan sempurna.

Variasi Produk dan Beban Penjualan dalam Pasar Persaingan Monopolistik

Dalam pasar persaingan monopolistik, sebuah perusahaan dapat meningkatkan pengeluarannya untuk meningkatkan variasi produk dan usaha penjualan, agar dapat meningkatkan permintaan atas produknya dan membuat produknya menjadi lebih tidak elastis terhadap perubahan harga.
Variasi produk (variation product)mengacu kepada perubahan dalam beberapa ciri produk yang dilakukan oleh perusahaan persaingan monopolistik, untuk menjadikan produknya lebih menarik bagi konsumen.


OLIGOPOLI DAN KONSENTRASI PASAR

Pengertian Oligopoli
Oligopoli sebagai bentuk organisasi pasar dimana penjual atas sebuah produk yang homogen atau terdiferensiasi jumlahnya sedikit. Jika hanya terdapat dua penjual, maka yang terjadi adalah duapoli. Jika produknya homogen disebut oligopoli murni. Jika produknya terdifirensiasi maka disebut oligopoli terdiferensiasi. Tidak mudah untuk masuk ke dalam industri oligopolistik.

Persaingan nonharga merupakan persaingan dalam hal diferensiasi produk, iklan, dan pemberian layanan. Ciri istimewa oligopoli adalah saling ketergantungan atau persaingan antara berbagai perusahaan dalam industri ini.

Sumber terjadinya oligopoli :
Skala ekonomi yang bisa dicapai jika jumlah outputnya cukup besar, sehingga dengan sedikit perusahaan saja kebutuhan pasar sudah terpebuhi.
Investasi modal yang besar dan input yang terspesialisasi biasanya dibutuhkan untuk memasuki industri yang oligopolistik, dan ciri ini merupakan penghalang alamiah untuk masuk ke dalam pasar.
Beberapa perusahaan bisa jadi memiliki hak paten untuk secara eksklusif memproduksi suatu komoditas atau memanfaatkan suatu proses produksi tertentu.

Perusahaan yang sudah berdiri mungkin memiliki pelanggan setia karen kualitas produk dan pelayannya, sehingga perusahaan baru sulit untuk menyainginya.
Beberapa perusahaan bisa jadi memiliki atau menguasai seluruh penawaran bahan baku yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk.
Pemerintah bisa jadi memberikan hak monopoli hanya kepada perusahaan untuk beroperasi dalam pasar

Hambatan lainnya adalah berupa penentuan harga limit, yaitu perusahaan yang ada mengenakan harga yang cukup rendah untuk menghalangi perusahaan baru masuk ke dalam industri, mereka secara sukarela mengorbankan laba jangka pendek agar dapat memaksimumkan laba jangka panjang.

Rasio Konsentrasi, Indeks Herfindahl, dan Contestable Market
Rasio konsentrasi mengukur tingkat dominasi beberapa perusahaan besar dalam suatu industri, rasio ini mengukur persentase penjualan total yang dilakukan oleh 4, 8, atau 12 perusahaan terbesar terhadap total penjualan dalam industri.

Metode lain untuk mengukur tingkat konsentrasi dalam sebuah industri adalah indeks Herfindahl (H). Indeks ini dihitung dengan menjumlahkan nilai kuadrat pangsa pasar semua perusahaan dalam pasar. Semakin tinggi indeks harfindahl, semakin besar tingkat konsentrasi dalam industri.
Menurut teori pasar yang dapat diperebutkan (theory of contestable market), yaitu meskipun dalam sebuah industri hanya terdapat satu perusahaan (monopoli) atau sedikit perusahaan (oligopoli), industri tersebut akan tetap beroperasi seperti pasar persaingan sempurna jika usaha masuk ke dalam pasar “benar-benar bebas” (artinya, jika perusahaan lain dapat masuk ke dalam industri dan menaggung biaya yang sama persis dengan perusahaan yang telah ada) dan jika keluar dari industri “benar-benar bebas biaya” (artinya, tidak terdapat biaya yang hangus sehingga perusahaan bisa keluar dari industri tanpa harus kehilangan modal).

Model Oligopoli
- Model Cournot
Asumsi perilaku dasar yang ada pada model cournot tersebut ada pada setiap perusahaan, pada saat berusaha memaksimumkan laba, menganggap bahwa duapolis yang lain menghasilkan output yang konstan pada level tertentu. Akibatnya adalah siklus perpindahan dan tindakan balasan oleh duopolis tersebut sampai masing-masing menjual sepertiga dari total output industri (jika industri tersebut dikelola dalam keadaan persaingan sempurna).

- Model Kurva Permintaan Terpatah
Model ini menjelaskan harga yang sulit berubah, seperti yang terjadi dalam pasar oligopolistik. Merumuskan bahwa jika seorang oligopolis menaikkan harga produknya, maka akan kehilangan hampir seluruh pelanggannya karena perusahaan lain dalam industri tidak akan ikut menaikkan harga. para oligopolis menghadapi kurva permintaan yang memiliki patahan pada tingkat harga yang berlaku dan sangat elastis terhadap perubahan harga jika harganya dinaikkan, tetapi sangat tidak elastis jika harganya diturunkan. Sehingga mereka lebih memilih untuk bersaing dalam hal kualitas, iklan, pelayanan, dan bentuk-bentuk lain persaingan nonharga.

- Kesepakatan Kartel
Dalam model kurva permintaan terpatah, para oligopolis tidak berkolusi untuk membatasi atau menghilangkan persaingan agar dapat meningkatkan labanya. Kolusi dapat bersifat jelas atau eksplisit, yaitu dalam kartel terpusat atau kartel yang berbagi pasar, atau bersifat tidak jelas atau implisit, yaitu dalam model kepemimpinan harga.

Terdapat dua jenis kartel : kartel terpusat dan kartel yang berbagi pasar. Kartel yang berbagi pasar memberikan setiap anggotanya hak eksklusif untuk beroperasi pada daerah geografis tertentu. Kartel terpusat merupakan perjanjian resmi antara berbagai produsen oligopolistik dari suatu produk untuk menentukan harga monopoli, mengalokasikan output masing-masing anggotanya dan menentukan bagaimana laba dibagikan.

- Kepemimpinan Harga
Dengan kepemimpinan harga, perusahaan yang diakui sebagai pemimpin harga melaksanakan perubahan harga dan kemudian perusahaan lainnya dalam industri dengan cepat mengikuti. Pemimpin harga biasanya adalah perusahaan yang paling besar dan dominan dalam industri. Bisa juga merupakan perusahaan yang paling rendah biayanya atau perusahaan lainnya (disebut perusahaan barometik) yang diakui sebagai pengamat atau barometer pasar yang paling tepat untuk mengetahui perubahan dalam permintaan industri dan kondisi biaya, yang menuntut dilakukannya perubahan harga.

Implikasi Efisiensi Oligopoli
Implikasi efisiensi oligopoli tidak dapat dievalusi secara spesifik karena tidak memiliki teori umum tentang oligopoli tetapi hanya beberapa model khusus yang masing-masing memusatkan perhatian pada satu aspek oligopoli tetapi mengabaikan aspek lainnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat bahwa oligopoli adalah bentuk organisasi pasar yang paling umum berlaku untuk produksi dalam perekonomian modern.

Model Maksimasi Penjualan
Model ini merumuskan bahwa manajer perusahaan modern berusaha memaksimumkan penjualan setelah tingkat pengembalian yang cukup telah diperoleh untuk memuaskan para pemegang saham.

Perkembangan Oligopolis Global
Selama dekade terakhir, kecenderungan terhadap pembentukan oligopolis global telah berkembang pesat karena perusahaan-perusahaan terbesar di dunia telah menjadi semakin besar akibat pertumbuhan internal dan merger. Semakin banyak perusahaan yang beropersai dengan suatu keyakinan bahwa untuk mempertahankan keberadaannya, mereka harus menjadi saru diantara sekelompok kecil perusahaan kelas dunia atau oligopolis global dalam sektor mereka.

Arsitektur Perusahaan yang Ideal
Perusahaan yang ideal berkonsentrasi pada kompetensi intinya dan mensubkontrakkan seluruh aktivitas lainnya.
Perusahaan ideal adalah organisasi pembelajaran. Perusahaan yang ideal akan mengoperasikan pabrik atau perusahaan dengan benar-benar efisien. Perusahaan ideal mengkombinasikan fisik dan maya. Perusahaan yang ideal adalah perusahaan yang bisa dengan segera bereaksi (real-time enterprise).

Perusahaan Maya dan Perusahaan yang Saling Terkait
Perusahaan maya (virtual corporation) merupakan jaringan kerja temporer perusahaan-perusahaan yang tidak tergantung satu sama lain (pemasok, pelanggan, dan bahkan pesaing) begabung bersama dengan kontribusi kemampuan intinya masing-masing untuk secara cepat mengambil keuntungan atas berbagai kesempatan yang berubah dengan cepat. Perusahaan maya sangat mungkin untuk menjadi cetak biru (blueprint) perusahaan yang ideal di masa depan. 

Syarat-syarat berjalannya perusahaan maya :
Perusahaan maya harus dibentuk oleh rekanan yang dapat diandalkan dan terbaik di bidangnya Jaringan kerja harus melayani keinginan untuk semua rekanan dalam kondisi saling menguntungkan Setiap perusahaan harus memberikan orang yang terbaik dan terpandai bagi jaringan kerja tersebut untuk menunjukkan kepada rekannya bahwa berhubungan denga mereka adalah hal yang penting bagi perusahaan. Tujuan dari jaringan kerja dan apa yang diharapkan dapat dicapai oleh setiap rekanan harus didefinisikan dengan jelas.

Jaringan kerja tersebut harus membangun jaringan kerja telekomunikasi bersama dan berbagai infrastruktur lain sehingga setiap rekanan dapat terus berhubungan dengan yang lain untuk mengantisipasi masalah dan meninjau kemajuan yang telah dicapai.

Perusahaan yang saling terkait (relationship enterprises) adalah jaringan yang independen yang membentuk aliansi strategis untuk membangun kapabilitas dan bisa hadir secara geografis yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin global di bidangnya.


TEORI PERMAINAN DAN PERILAKU STRATEGIS

Perilaku Strategis dan Teori Permainan
Perilaku strategis (strategic behavior) mengcu kepada rencana kerja atau perilaku seorang oligopolis, setelah mempertimbangkan semua reaksi yang mungkin dilakukan oleh para pesaingnya selama adanya persaingan di antara mereka untuk memperoleh laba dan keuntungan lainnya

Teori permainan (game theory) berkaitan dengan strategi terbaik atau optimum dalam berbagai situasi konflik. Teori permainan memperlihatkan bagaimana perusahaan oligopolistik membuat keputusan strategis untuk memperoleh keunggulan kompetitif atas pesaingnya, atau bagaimana perusahaan oligopolistik bisa memperkecil ancaman potensial akibat langkah strategis pesaingnya.

Setiap model teori permainan terdiri atas pemain, strategi dan ganjaran. Pemain adalah para pembuat keputusan (para manajer) yang perilakunya akan berusaha kita jelaskan dan ramalkan. Strategi adalah pilihan untuk mengubah harga, mengembangkan produk baru, melakukan kampanye iklan, membangun kapasitas baru, dan tindakan serupa lainnya yang mempengaruhi penjualan dan tingkat laba perusahaan serta pesaingnya. Ganjaran adalah hasil atau konsekuensi dari setiap pilihan strategis.

Permainan berjumlah nol adalah permaianan dimana keuntungan salah satu pemain merupakan akibat dari pengeluaran dan keuntungan ini secara persis seimbang dengan kerugian pemain lainnya.

Namun jika keuntungan atau kerugian salah satu perusahaan tidak diakibatkan oleh biaya atau memberikan keuntungan dalam jumlah yang sama peda perusahaan lain, maka melakukan permainan tidak berjumlah nol. Misalkan kemungkinan itu muncul jika peningkatan iklan diarahkan untuk meningkatkan laba kedua perusahaan dan menggunakan laba, bikan pangsa pasar sebagai ganjaran, melakukan permainan berjumlah positif. Namun, jika meningkatnya iklan memunculkan biaya lebih besar dari pada pendapatan dan laba kedua perusahaan menurun menghadapi kasus permainan berjumlah negatif.



Strategi Dominan dan Keseimbangan Nash

Strategi dominan adalah strategi terbaik atau optimum untuk pemain tanpa mempersoalkan apa yang dilakukan lawannya.

Keseimbangan Nash adalah sebuah situasi ketika setiap pemain memilih strategi optimumnya, untuk menghadapi strategi yang telah dilakukan oleh pemain lainnya. Keseimbangan strategi dominan adalah selalu merupakan keseimbangan nash, tetapi keseimbangan nash tidak memerlukan keseimbangan strategi dominan.

Dilema Tahanan

Dilema tahanan adalah masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan oligopolistik. Istilah ini mengacu kepada sebuah situasi dimana seriap perusahaan melaksanakan strategi dominannya, tetapi masing-masing bisa bertindak lebih baik (artinya, memperoleh laba yang lebih besar) dengan melakukan kerja sama.

Persaingan Harga dan Nonharga, Kecurangan dalam Kartel, dan Dilema Tahanan

Persaingan Harga dan Dilema Tahanan
Konsep dilema tahanan dapat digunakan untuk menganalisis persaingan harga dan nonharga dalam pasar oligopolistik, selain juga dalam hal kecenderungan untuk berbuat curang (yaitu, untuk secara diam-diam mengurangi harga atau menjual lebih banyak dari kuota) di dalam kartel. Persaingan harga oligopolistik yang terjadi bersamaan dengan situasi dilema tahanan.

Perusahaan mengalami dilema tahanan apabila setiap perusahaan akan menentukan harga lebih rendah dan memperoleh laba yang lebih kecil karena jika menentukan harga tinggi, perusahaan tersebut tidak bisa mempercayai bahwa pesaingnya juga akan menentukan harga yang mahal.

Persaingan Nonharga, Kecurangan dalam Kartel dan Dilema Tahanan
Meskipun mtriks ganjaran digunakan untuk mengkaji persaingan harga oligopolistik dalam menghadapi dilema tahanan, dengan hanya mengganti judul masing-masing kolom dan baris matriks itu, dapat menggunakan matriks yang sama untuk membahas persaingan nonharga dan kecurangan dalam kartel.
Namun demikian, semakin besar jumlah anggota kartel dan semakin banyak produk yang berbeda, semakin sulit bagi kartel untuk melakukan pengawasan dan mencegah terjadinya kecurangan.

Permainan yang Berulang-ulang dan Strategi Tit-For-Tat
Dalam permainan yang berulang-ulang (repeated games- yaitu permainan yang melibatkan banyak gerakan dan juga gerakan berbalasan dari setiap pemain), strategi terbaik bagi setiap pemain adalah tit-for-tat. Perilaku satu-dibalas-satu (tit-for-tat) ditemukan secara konsisten sebagai strategi yang terbaik (artinya, strategi yang menghasilkan manfaat terbesar)bagi setiap permain sejalan dengan berjalannya waktu.

Namun demikian, agar strategi dapat berfungsi dengan baik maka beberapa kondisi harus terpenuhi. Diperlukan sekumpulan pemain yang stabil Jumlah pemain harus sedikit. Diasumsikan bahwa setiap perusahaan dapat dengan cepat mendeteksi kecurangan yang bisa berlangsung tanpa terdeteksi dalam waktu yang lama memupuk kecurangan. Kondisi permintaan dan biaya harus relatif stabil. Asumsikan bahwa permainan tersebut terus berulang-ulang tanpa batas, atau dalam jumlah pengulangan yang sangat besar dan tidak pasti.

Langkah Strategis
Ancaman, Komitmen, dan Kredibilitas
Perusahaan oligopolistik sering menggunakan beberapa strategi untuk mencapai keunggulan kompetitif atas pesaingnya, meskipun itu membatasi perilaku mereka sendiri atau untuk sementara mengurangi jumlah keuntungan mereka. Ancaman bisa dipastikan memiliki kredibilitas, misalnya dengan menulis sebuah surat komitmen kepada para pelanggan untuk menyamai harga produk pesaing yang lebih rendah.

Sebuah cara membuat ini dapat dipercaya adalah perusahaan membangun sebuah reputasi sebagai perusahaan yang menjalankan ancaman, meskipun ini berarti mengurangi labanya.

Dengan menunjukan komitmen untuk menjalankan ancamannya, perusahaan membuat ancamannya memiliki kredibilitas dan meningkatkan labanya sejalan dengan berlalunya waktu.
Hambatan Masuk

Salah satu strategi penting yang bisa digunakan oleh seorang oligopolis untuk menghambat masuknya perusahaan baru ke dalam pasar adalah mengancam akan menurunkan harganya sehingga menyebabkan kerugian bagi pemain baru yang potensial. Meskipun demikian, ancaman seperti itu hanya akan ditanggapi jika memiliki kredibilitas. Hambatan masuk bisa dikaji dengan menggunakan matriks ganjaran.

Perilaku Strategis dan Daya Saing Internasional
Teori permainan juga bisa digunakan untuk mengkaji kebijakan strategis perdagangan dan industri, sehingga suatu negara dapat memperoleh keunggulan kompetitif atas negara lain, khususnya dalam bidang teknologi tinggi.

Satu kelemahan mendasar dari analisis ini adalah bahwa biasanya sulit untuk meramalkan secara akurat hasil dari kebijakan industri dan perdagangan pemerintah yaitu, memperoleh data dari hasil kebijakan industri dan perdagangan pemerintah.
Namun demikian, mengambil dari analisis yang salah bisa merugikan dan bahkan mengakibatkan gagalnya perusahaan.

Permainan Berurutan dan Pohon Keputusan
Beberapa pilihan atau permainan strategis pada hakikatnya berurutan pada strategi yang tebaik atau langkah setiap pemain tergantung langkah pemain lain sebelumnya. Permainan berurutan dapat ditunjukkan oleh pohon permainan atau keputusan. Pohon keputusan (decision tree) adalah diagram dengan lingkaran dan cabang lingkaran menggambarkan titik dimana keputusan dibuat dan cabang menunjukkan hasil setiap keputusan dalam setiap permainan berurutan.

Susunan pohon keputusan dimulai dengan keputusan awal dan bergerak menuju ke seluruh serangkaian keputusan berikutnya. Pada setiap titik keputusan harus dibuat, dan cabang pohom mengulur sampai ke seluruh kemungkinan hasil dari permainan yang telah digambarkan. Kemungkinan hasil dari permainan tersebut diberi ganjaran pada sisi kanan figur atau pohon tersebut.

PRAKTIK PENENTUAN HARGA

Penentuan Harga untuk Beberapa Jenis Produk
Penentuan Harga Berbagai Jenis Produk yang Memiliki Keterkaitan Permintaan
Produk-produk yang dijual perusahaan bisa memiliki keterkaitan sebagai barang substitusi atau barang komplementer. Dalam menentukan harga produk yang memiliki keterkaitan, sebuah perusahaan harus mempertimbangkan dampak dari perubahan harga salah satu produknya terhadap permintaan produk lain.

Hubungan antar permintaan (demand interrelationship) mempengaruhi keputusan penentuan harga yang dilakukan oleh perusahaan penghasil beberapa jenis produk, melalui dampaknya terhadap pendapatan marginal. Untuk perusahaan penghasil dua jenis produk, fungsi permintaan marginal dari perusahaan tersebut adalah :
MRA = (∆〖TR〗_A)/〖∆Q〗_A + 〖∆TR〗_B/〖∆Q〗_B
(mengukur perubahan penerimaan dari penjualan produk B, yang terjadi karena penjualan satu unit tambahan produk A.
MRB = 〖∆TR〗_B/〖∆Q〗_B + 〖∆TR〗_A/〖∆TR〗_B
(mengukur perubahan pendapatn total dari penjualan produk A yang terjadi karena penjualan satu unit tambahan produk B)

Pemanfaatan Kapasitas Pabrik dan Penentuan Harga Produk yang Optimum
Salah satu alasan penting bagi perusahaan untuk menghasilkan lebihdari satu produk adalah agar bisa lebih memanfaatkan kapasitas pabrik dan kapasitas produksinya. Sebuah perusahaan yang memiliki kapasitas berlebih bisa mencari produk lain untuk dihasilkan sehingga bisa lebih maksimum memanfaatkan kapasitas pabrik dan kapasitas produksinya.

Penentuan Harga Optimum untuk Produk Gabungan yang Diproduksi dalam Proporsi Tetap
Produk yang diproduksi oleh suatu perusahaan bisa memiliki keterkaitan tidak hanya dalam hal permintaan, tetapi juga dalam hal produksi. Saling ketergantungan produksi muncul ketika produk dihasilkan secara gabungan. Produk bisa dihasilkan secara gabungan (produk gabungan) dalam proporsi yang tetap atau berubah-ubah.

Ketika produk-produk dihasilkan secara gabungan dalam proporsi yang tetap, produk-produk tersebut harus dianggap sebagai sebuah “paket produksi”. Dengan begitu tidak terdapat suatu cara yang rasional untuk mengalokasikan biaya produksi paket tersebut ke dalam masing-masing produk di dalam paket.

Diskriminasi Harga
Arti dan Kondisi Terjadinya Diskriminasi Harga
Diskriminasi harga (price discrimination) mengacu pada penentuan harga yang berbeda-beda pada kuantitas yang berbeda pada sebuah produk, pada waktu yang berbeda untuk setiap pelanggan yang berbeda, atau pasar yang berbeda, tetapi bukan berdasarkan perbedaan biaya.

Tiga kondisi harus dipenuhi agar sebuah perusahaan dapat menerapkan diskriminasi harga:
Perusahaan tersebut harus mempunyai kemampuan mengendalikan harga produkn (perusahaan harus perusahaan persaingan tidak sempurna).
Elastisitas harga permintaan terhadap produk tersebut berbeda untuk jumlah produk yang berbeda, pada waktu yang berbeda, untuk kelompok pelanggan yang berbeda, atau dalam pasar yang berbeda.
Jumlah produk atau jasa tersebut, kapan waktu digunakan atau dikonsumsinya produk tersebut, dan kelompok pelanggan atau pasar bagi produk tersebut harus dapat dipisahkan.

Diskriminasi Harga Tingkat-Pertama dan Tingkat-Kedua
Diskriminasi harga tingkat-pertama (first-degree price discrimination) berkaitan dengan penjualan setiap unit produk secara terpisah dan mengenakan harga setinggi mungkin bagi setiap unit produk yang dijual. Dengan melakukan hal itu, eprusahaan menguras seluruh surplus konsumen dari konsumen dan memaksimumkan penerimaan dan laba total yang diperoleh dari penjualan produk tersebut.

Diskriminasi harga tingkat-kedua (second-degree price discrimination), mengacu pada penentuan harga per unit yang sama untuk sejumlah atau sekelompok produk tertentu yang dijual kepada setiap pelanggan, kemudian memberikan harga yang lebih murah per unitnya untuk sejumlah atau sekelompok tambahan produk tersebut, dan seterusnya. Dengan melakukan ini, perusahaan akan memperoleh sebagian, tetapi tidak semua, surplus konsumen.

Diskriminasi Harga Tingkat-Ketiga secara Grafis
Diskriminasi harga tingkat-ketiga (third-degree price discrimination) mengacu pada penentuan harga yang berbeda-beda untuk produk yang sama dalam pasar yang berbeda, sehingga pendapatan marginal dari unit terakhir yang dijual dari setiap pasar sama denga biaya marginal untuk menghasilkan produk tersebut.
Diskriminasi Harga Tingkat-Ketiga secara Aljabar
MR1 = MR2 = MR = MC
TR = TR1 + TR2
π=〖TR〗_1+ 〖TR〗_2- TC
Jika terdapat diskriminasi harga, perusahaan akan menjual produk tersebut pada tingkat harga yang sama dalam kedua pasar (artinya P1 = P2 = P). Permintaan keseluruhan pasar yang dihadapi oleh perusahaan untuk harga Q2 > 0

Diskriminasi Harga Internasional dan Dumping
Diskriminasi harga internasional disebut dumping. Hal ini mengacu pada pengenaan harga yang lebih murah di luar negeri di bandingkan di dalam negeri untuk komoditas yang sama, karena lebih tingginya elastisitas harga permintaan di pasar luar negeri.

Selain dumping yang muncul sebagai akibat dari diskriminasi harga internasional yaitu:
Predatory dumping adalah penjualan sementara sebuah komoditas di bawah biaya produksinya atau pada tingkat harga yang lebih rendah di luar negeriagar bisa menyingkirkan produksen dari luar negeri dari persaingan, dan setelah itu harga di luar negeri akan dinaikkan untuk mengambil keuntungan dari kekuatan monopoli yang baru saja diperoleh.

Sporadic dumping adalah penjualan sekali-kali sebuah produk di bawah biaya produksinya atau pada tingkat hargayang lebih rendah diluar negeri dari pada domestik, untuk menghabiskan kelebihan produksi yang bersifat sementara atau tidak diperkirakan sebelumnya, tanpa harus menurunkan harga domestik.

Penentuan Harga Transfer
Penentuan harga transfer mengacu kepada penentuan harga produk antara yang dijual oleh sebuah divisi semiotonom perusahaan kepada divisi semi otonom lain dalam perusahaan tersebut. Penentuan harga transfer yang tepat, paling penting dalam menentukan tingkat output optimum masing-masing divisi dan bagi perusahaan secara keseluruhan, serta penting untuk mengevaluasi kinerja divisi dan menentukan imbalan masing-masing divisi.

Harga transfer yang tepat untuk produk antara tenpa terdapat pasar eksternal adalah sebesar biaya marginal produksinya. Jika pasar eksternal yang bersifat persaingan sempurna tersedua bagi produk antara itu, harga transfer untuk perdagangan di dalam perusahaan sama dengan harga yang belaku di pasar eksternal yang bersifat persaingan sempurna.

Jika sebuah produk antara bisa dijual dalam pasar yang bersifat persaingan tidak sempurna harga transfer (internal) bagi produk antara itu ditentukan oleh titik ketika pendapatan marginal bersih divisi pemasaran perusahaan sama dengan biaya marginal divisi produksi pada tingkat output terbaik produk antara itu, dan harga yang dikenakan dalam pasar eksternal ditentukan oleh kurva permintaan eksternal.

Penentuan Harga Dalam Praktik
Penentuan Harga Biaya Surplus
Biasa dikenal dengan mark-up pricing, yaitu perusahaan harus memperkirakan biaya variabel rata-rata (AVC) untuk memproduksi atau membeli dan memasarkan suatu produk untuk tingkat output normal atau standar. Kemudia perusahaan menambahkan biaya overhead rata-rata terhadap AVC, sehingga diperoleh perkiraan biaya (cost-c) rata-rata yang dialokasikan secara penuh.

Terhadap biaya rata-rata yang dialokasikan secara penuh ini perusahaan menambahkan sebuah markup (m) atas biaya untuk memperoleh laba. Jadi, rumus markup atas biaya dapat ditulis sebagai :
m = (P-C)/C
kemudian diperoleh harga dari produk dalam skema penentuan harga biaya plus, yaitu :
P = C(1 + m)

Evaluasi terhadap Penentuan Harga di Atas Biaya
Penentuan biaya plus mendapat kritikan karena mengabaikan kondisi permintaan. Namun, karena telah ditunjukkan bahwa perusahaan biasanya menentukan markup yang lebih tinggi terhadap produk yang menghadapi permintaan yang kurang elastis dibandingkan produk yang memiliki permintaan yang lebih elastis, dapatlah ditunjukkan bahwa produk penentuan harga biaya plus akan menyebabkan terjadinya herga yang mendekati pemaksimuman laba.
MR = P (1+ 1/E_P )
Sehingga markup maksimum
m = E_P/(E_P+ 1)- 1

Analisis Inkremental dalam Penentuan Harga
Keputusan penentuan harga dan output yang tepat membutuhkan analisis ini, artinya sebuah peusahaan harus mengubah harga produk atau outputnya, memperkenalkan produk baru, atau versi baru produk tertentu, menerima pesanan baru dan lain-lain, jika peningkatan dalam pendapatan total atau pendapatan inkremental dari tindakan tersebut melebihi peningkatan dalam biaya total atau biaya inkremental.

Analisis inkremental yang tepat bisa diperoleh jika seluruh perubahan langsung dan tidak langsung dalam penerimanaan dan biaya akibat sebuah tindakan tertentu, turut diperhitungkan.

Penentuan Harga Pada Beban Tinggi, Tarif Dua-Bagian, Pengikatan, dan Penggabungan
Penentuan harga pada beban tinggi (peak-load pricing) mengacu pada pembebanan harga yang lebih tinggi untuk barang atau jasa selama jam beban tinggi dibanding di luar jam beban tinggi.

Tarif penentuan dua-bagian (two-part tariff) mengacu pada penentuan harga ketika konsumen membayar biaya awal untuk mendapatkan hak membeli sebuah produk atau jasa, selain juga biaya penggunaan atau harga untuk setiap unit yang mereka beli.perusahaan oligopolistik dan monopolistik kadang-kadang menggunakan metode penentuan harga ini untuk meningkatkan laba mereka.

Pengikatan (tying) mengacu pada keharusan bagi konsumen yang membeli atau menyewa sebuah produk untuk juga membeli produk yang lain yang dibutuhkan untuk menggunakan produk yang pertama.

Penggabungan (bundling) adalah sebuah bentuk umum dari pengikatan, dimana perusahaan mengharuskan pelanggan yang membeli atau menyewa sebuah produk atau jasanya juga untuk membeli atau menyewa produk atau jasa lainnya ketika pelanggan memiliki selera yang berbeda tetapi perusahaan tidak bisa melakukan diskriminasi harga (seperti dalam pengikatan). Dengan menjual atau menyewakan produk atau jasa sebagai sebuah paket atau bundle dibanding sebagai bagian yang terpisah, seorang monopolis bisa meningkatkan laba totalnya.

Praktik Penentuan Harga Lainnya
Penentuan Harga gengsi (prestige pricing) mengacu kepada penentuan harga yang tinggi dengan sengaja untuk menarik konsumen yang berorientasi gengsi.

Penentuan batas harga (price lining) adalah jenis lain dari praktik penentuan harga yang kadang-kadang ditemukan. Hal ini mengacu kepada penentuan harga yang ditargetkan oleh sebuah perusahaan dan kemudian mengembangkan sebuah produk yang memungkinkan perusahaan untuk memaksimumkan laba pada tingkat harga tersebut.

Skimming mengacu kepada penentuan harga yang tinggi kepada sebuah produk diluncurkan dan secara bertahap harganya diturunkan. Ini paling sering terjadi pada penjualan barang yang dapat bertahan lama seperti lemari es, mesin cuci, dan komputer personal.

Penentuan harga nilai (value pricing) mengacu pada penjualan barang-barang berkualitas pada tingkat harga yang lebih rendah dari sebelumnya, ini merupakan metode pemotongan harga yang sudah kuno, tetapi rekayasa ulang dilakukan pada produk tersebut untuk mempertahankan atau meningkatkan kualitas ketika menurunkan harganya, sehingga bisa tetap memperoleh laba.

Pengimbangan harga (price matching) adalah strategi penentuan harga dimana sebuah perusahaan mengiklankan harga bagi produk atau jasanya dan berjanji akan mengimbangi harga yang lebih rendah yang ditawarkan oleh pesaingnya.

DILARANG MENG-COPY TANPA MENAMPILKAN ALAMAT WEBSITE

6 Responses so far.

  1. This comment has been removed by the author.
  2. pelitmu bos gak intok di kopi

  3. Anonymous says:

    PELIT..... POKIL, NGGAK DPT PAHALA, NGGAK NGOPY DARI BLOGMU JUGA NGGAK PAPA, INI JUGA KAMU HASIL NGOPY TOOOO....
    WAGU.....

  4. This comment has been removed by the author.
  5. Anonymous says:

    keperett lah,masak gak bisa di copy.butuh banget ni
    tapi,yoweslah,semoga amal dan pahala lo,di BLOG

  6. Anonymous says:

    hehe,gue anonim yg diatas.gak jadi deh marah"nya.bisa gue copas.btw,thx ya
    semoga amal ibadah lo,diberkai. ^^ makasihhhhhh :p

Leave a Reply